Balada Dokter Internship (Part 1)

Postingan kali ini tentang perjalanan hidup saya mengabdi pada bangsa dan negara. Mengabdi di suatu daerah di Jawa Timur di mana di dalamnya terdapat pesarean salah satu Proklamator RI, Bung Karno. Yap, saya di Blitar, akhirnya…

Kota ini tidak jauh dari kota kelahiran saya, Malang. Hanya sekitar 2 jam perjalanan dari rumah saya dengan menggunakan mobil pribadi. Atau bisa mencapai 3 jam bila menggunakan kendaraan umum. Alhamdulillah, karena ini sesuai dengan keinginan saya sejak dulu yaitu ditempatkan di daerah yang dekat dengan Malang, sehingga saya bisa pulang kampung setiap minggu, hehehe…

Empat bulan pertama saya akan bekerja di Puskesmas Srengat, Kabupaten Blitar. Jujur saya tidak begitu suka kerja di Puskesmas, karena pekerjaannya sangat banyak dan rumit. Dan saat ini saya sudah 1 bulan berada di puskesmas. Awal datang ke puskesmas, saya dan teman-teman bingung mencari kos, maklum di desa, jadi jarang sekali ada kos-kosan seperti di daerah kampus.

Untung saja, ada seorang pegawai puskesmas yang berbaik hati menawarkan salah satu rumahnya untuk kami tinggali. Beliau tidak mematok harga khusus dan hanya minta dibantu uang listrik sekedarnya. Alhamdulillah….

Lalu apa saja yang saya lakukan di puskesmas? Ya standar lah, seperti halnya saat stase public health dulu, keliling desa penyuluhan, jaga di pustu, ikut rapat, jaga BP di puskesmas induk, jaga malam, dll. Tapi yang paling penting adalah mencari tempat makan yang enak dan survey kendaraan umum untuk pulang kampung hehehe….

Letak tempat tinggal saya dengan puskesmas, memang agak jauh, tapi sangat dekat dengan pasar, sehingga pencarian tempat wisata kuliner tidaklah sulit. Tapi ada satu tempat makan yang menjadi favorit saya dan salah satu teman saya, namanya “CHICKEN NOW”. Pemiliknya adalah keturunan Tionghoa, masakannya enak, dan favorit saya adalah jamur crispy dan cah kangkungnya. Luar biasa maknyuuuus….

Tempat kos saya juga tak jauh dari Jalan Raya Blitar – Kediri. Banyak bus dan mobil MPU lalu lalang di jalan ini setiap harinya. Tapi meskipun begitu saya tetap harus naik bus dua kali agar bisa sampai di Malang. Bus pertama yang saya naiki adalah PO.Kawan Kita tujuan Nganjuk-Blitar dengan biaya sebesar Rp 4000 (Srengat-Blitar). Nanti setelah sampai Terminal Patria, Blitar saya harus naik PO.Bagong menuju Malang dengan biaya Rp 10.000 (jika turun di Kepanjen)/ Rp 12.000 (jika turun di Terminal Gadang).

Wah lumayan juga ternyata ya biayanya. Kalo dihitung-hitung saya bisa menghabiskan biaya Rp 112.000 setiap bulan, hanya untuk mudik PP Srengat-Blitar. Ini sama saja dengan biaya naik travel Malang-Jember (satu kali PP saja). Alhamdulillah….

Baiklah, mungkin sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan. Lain kali akan saya posting lagi cerita tentang internship ini

Pos ini dipublikasikan di Internship dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Balada Dokter Internship (Part 1)

  1. doddy rizqi berkata:

    beruntung dapet di jawa mba, saya dapat di pedalaman bengkulu, dengan 1.2 juta tapi harga apa2 disini mahal hehehe

    salam sejawat dari bengkulu ya

    main ke blog saya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s