Aku Dilamar…

Hari Minggu tanggal 8 Juli 2012 si mas datang ke rumah. Harusnya apel kemaren malamnya tapi karena dia lagi ada acara di Pulau Sempu sama teman-temannya, jadilah apelnya hari minggu. Dia datang sambil bawa dua kresek ikan tongkol segar, oleh-oleh dari Pulau Sempu. Satu kresek buat keluargaku dan satu kresek lagi buat keluarganya di rumah. Kebetulan ibu lagi nggak ada di rumah, jadilah ikan tongkol langsung aku masukkan ke freezer dan aku langsung pergi sama si mas.

Di tengah jalan dia ngajak aku ke Singosari, mengantarkan ikan ke rumahnya dulu. Dia juga mengajak aku ngobrol banyak hal, salah satu yang bikin aku kaget adalah sebenarnya hari ini dia mau mengajak aku ke toko emas buat fitting ukuran cincin tapi karena sudah sore dan ini hari minggu, akhirnya nggak jadi fitting cincin. Nah loh…spontan aku langsung bertanya buat apa. Tanpa basa-basi dia langsung jawab buat melamar aku.

Dia juga menyuruh aku untuk mendiskusikan dengan ibunya barang apa saja yang akan dibeli untuk peningset/seserahan. Ibunya juga menanyakan hari dan tanggal kelahiranku. Maklum keluarga si mas masih sangat kental adatnya, jadi segala sesuatu harus dihitung berdasarkan weton (hari pasaran Jawa). Setelah itu aku diajak ke rumah salah satu mbahnya di daerah Dinoyo untuk menanyakan kira-kira kapan hari yang baik untuk melamar. Dan betapa kagetnya aku ketika si mbah bilang hari baiknya antara tanggal 13-15 Juli 2012. Itu artinya hanya selang 1 minggu dari hari itu waktu kami menanyakan hari baik.

Pulang dari rumah mbahnya, si mas langsung mengajak aku pulang. Karena ibu sudah pulang, jadilah si mas ngobrol dulu sama ibuku. Dengan sangat hati-hati dia mengatakan bahwa ortunya akan datang pada hari minggu tanggal 15 Juli 2012 untuk melamar aku. Ibu sempat kaget, tapi niat baik si mas dan keluarganya tetap disambut baik oleh ibu.

Hari Kamis tanggal 12 Juli 2012, si mas sengaja cuti praktek di RS tempat dia kerja hanya untuk menemani aku beli barang-barang peningset. Pagi-pagi sekali dia menjemput aku ke rumah dan langsung mengajak aku ke toko emas buat fitting cincin. Selesai fitting cincin dia langsung mengajak aku ke Malang buat hunting barang-barang peningset.

Kami berputar-putar mencari kain brokat kebaya, baju, pakaian dalam, jilbab, sepatu, tas, alat mandi, dan make up. Kami baru selesai belanja pada pukul 16.00. Sebelum pulang, dia mengajak aku makan kemudian sholat di Masjid Jami’. Setelah itu barulah dia mengantar aku pulang ke rumah. Barang-barang yang barusan kami beli dibawa pulang ke rumahnya buat dikemas secara apik.

Hari Minggu tanggal 15 Juli 2012 pun tiba. Dia dan keluarganya datang pada pukul 10.00 dengan membawa bermacam-macam peningset. Perwakilan keluarga si mas langsung mengutarakan maksud kedatangan mereka ke rumah yaitu meminta aku untuk dijadikan pendamping hidup si mas. Ibu dengan agak berkaca-kaca menerima pinangan keluarga si mas. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyerahkan peningset dan tukar cincin.

Nah, dengan begini aku telah resmi menjadi calon istri si mas. Semoga dilancarkan jalan kami menuju bahtera rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah, amiiin.

Pos ini dipublikasikan di All About Love dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s