Demam Touch Screen

Postingan kali ini sebenarnya tidak berniat untuk pamer barang tapi saya mau memamerkan betapa kompaknya keluarga saya yang hanya terdiri dari 4 orang wonder women ini hehehe:mrgreen: . Akhir Juni kemarin, ibu saya baru datang dari suatu seminar di Jerman dan ternyata uang saku yang diberikan oleh institusi yang mengirim ibu ke Jerman masih banyak. Ibu pun berniat untuk mengganti HP kami semua (anak-anak ibu) termasuk hape ibu sendiri, tapi waktu itu saya nggak dikasih tau karena saya belum ada rencana pulang kampung. Akhirnya rencana itu bocor, gara-gara adik saya yang paling kecil mengupload foto HP barunya ke facebook. Kita bahas satu per satu yuuuk.

♣HP Ibu

Awalnya ibu memakai HP buatan vendor lokal (China), bermerek eTouch tapi saya lupa tipenya apa. Dulu saat pertama kali beli HP ini (baru) harganya sangat murah, hanya sekitar Rp 450.000,- tapi kemarin saat dijual hanya laku Rp 50.000,- (paraaaaaah….). Ibu memutuskan untuk membeli Samsung Champ Duos karena pada HP sebelumnya ibu menggunakan dual SIM card. Meskipun nggak terlalu canggih fiturnya, tapi lumayan okelah buat orang yang agak gaptek seperti ibu, hehehe.

HP Ibu Dulu

HP Ibu Sekarang

♥HP Luqi

Adik saya yang ini punya selera tinggi dalam segala hal, termasuk HP. Dia juga yang paling telaten merawat HP. Awalnya dia pakai Nokia 5130 XpressMusic yang dibeli seharga Rp 860.000,- (Second). Seharusnya bisa dijual lagi dengan harga Rp 500.000 atau lebih sedikit. Tapi karena dulu waktu beli nggak ada headsetnya maka HP-nya hanya laku dijual seharga Rp 450.000,- . Sekarang dia pakai Samsung Galaxy Mini, salah satu HP Android middle end. Dia beli seharga Rp 1.100.000,- (Second) dan ini yang membuat saya ingin membeli HP dengan spesifikasi mirip tapi berasal dari merk yang berbeda.

HP Luqi Dulu

HP Luqi Sekarang

♠HP Yuri

Adik saya yang satu ini adalah pencetus awal ide ganti HP sekeluarga, karena HP-nya error dan sering hang. Awalnya dia menggunakan HP Sony Ericsson T280 yang dibeli dalam kondisi second dengan harga sekitar Rp 400.000,-. HP ini kemudian dijual lagi dengan harga Rp 100.000,- karena sudah banyak bagian casing yang beret-beret. Sekarang dia pakai LG Cookie Pop, yang dibeli seharga Rp 950.000,- (second). Pilihannya lumayan bagus, meskipun tidak secanggih HP saya dan HP adik saya yang satunya lagi (Luqi). Tapi untuk ukuran anak SMA seperti dia, HP yang dia pilih termasuk bagus, dengan fitur yang lumayan juga.

HP Yuri Dulu

HP Yuri Sekarang

♦HP Saya Sendiri

Sebetulnya saya bukan orang yang suka ganti-ganti HP. Saya selalu ganti HP kalo HP sebelumnya rusak (mati total) atau hilang. Tapi buat saya, haram juga hukumnya menolak rezeki HP baru, hehehe. Lumayan buat gaya. Sebelum ini, saya menggunakan Nokia 2700 Classic yang saya beli dengan harga Rp 750.000,- (second). Kemudian HP ini saya jual dengan harga Rp 450.000,-. Sekarang saya menggunakan LG Optimus Me P350, salah satu HP Android Middle End, pesaing Samsung Galaxy Mini. Kalo ibu dan kedua adik saya hanya mendapatkan barang second, maka saya boleh berbangga diri karena saya membeli barang baru seharga Rp 1.450.000,- dengan syarat saya tidak boleh minta baju baru atau sepatu baru. Hahaha…

HP Saya Dulu

HP Saya Sekarang

Yap, inilah cerita Demam Touch Screen di keluarga saya. Kompak banget nggak sih? Hehehe…sambil gaya dikit gapapa kan:mrgreen:

Pos ini dipublikasikan di Corat-coret Semau Gue. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s