Persalinan Normal

FISIOLOGI PERSALINAN

Beberapa Definisi

Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (bayi, plasenta, dan selaput ketuban) dari dalam uterus. Menurut usia kehamilannya, partus dibedakan menjadi 3, yaitu:

  • Partus Immaturus : jika usia kehamilan antara 20 minggu hingga 28 minggu, dengan berat janin antara 500-1000 gram
  • Partus Prematurus : jika usia kehamilan antara 28 minggu hingga 36 minggu, dengan berat janin antara 1000-2500 gram
  • Partus Postmaturus (Serotinus) : jika usia kehamilan lebih dari 42 minggu

Dari ketiga definisi partus berdasarkan waktu tersebut, dapat disimpulkan bahwa kehamilan dikatakan aterm apabila usia kehamilan antara 36 minggu hingga 42 minggu sedangkan jika hasil konsepsi keluar dari uterus sebelum usia kehamilan 20 minggu dengan berat janin kurang dari 500 gram disebut dengan abortus

Partus normal adalah partus spontan, pada usia kehamilan cukup bulan dengan presentasi belakang kepala, dan berlangsung kurang dari 18 jam tanpa adanya komplikasi pada ibu maupun janinnya. Suatu keadaan di mana seorang wanita akan melahirkan disebut dengan inpartu.

Sebab-sebab Mulainya Persalinan

Ada banyak teori tentang sebab dimulainya proses persalinan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penurunan kadar estrogen dan progesteron pada 1-2 minggu sebelum proses persalinan dimulai.
  • Peningkatan kadar prostaglandin sejak usia kehamilan 15 minggu dan terus meningkat kadarnya hingga usia kehamilan aterm.
  • Semakin tua usia kehamilan, maka plasenta juga akan semakin tua dan villi koriales akan mengalami banyak perubahan sehingga kadar estrogen dan progesteron menurun.
  • Berkurangnya nutrisi untuk janin akibat semakin membesarnya uterus. Uterus yang membesar dan tegang menyebabkan terjadinya iskemia otot-otot uterus sehingga sirkulasi uteroplasenter terganggu dan menyebabkan degenerasi plasenta.
  • Tekanan pada ganglion servikalis dari Plexus Frankenhauser yang terletak di belakang serviks uteri. Bila ganglion ini ditekan maka kontraksi uterus dapat dibangkitkan.

Dari semua teori tersebut, muncul berbagai tindakan yang digunakan untuk induksi persalinan seperti (1) merangsang Plexus Frankenhaus dengan memasukkan beberapa gagang laminaria pada kanalis servikalis, (2) pemecahan ketuban (amniotomi), (3) drip oksitosin, (4) pemberian obat-obatan prostaglandin (misoprostol). Namun, dalam hal mengiduksi persalinan peru diperhatikan bahwa serviks sudah matang (pendek dan lembek) serta kanalis servikalis telah terbuka 1 jari. Untuk menilai serviks dapat juga dipakai Skor Bishop, yaitu jika nilai skor Bishop lebih dari 8 maka kemungkinan besar induksi akan berhasil.

 

Skor Bishop

 

 

 

Berlangsungnya Persalinan Normal

Partus dibagi menjadi 4 kala, yaitu:

  • Kala I (Kala Pembukaan), di mana pada kala ini terdapat 2 fase proses pembukaan serviks akibat adanya his, (1) fase laten, berlangsung selama 8 jam, pembukaan  terjadi sangat lambat hingga pembukaan mencapai 3 cm dan (2) fase aktif, dibagi menjadi 2 fase lagi yaitu fase akselerasi, di mana dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjai 4 cm; fase dilatasi maksimal, di mana dalam waktu 2 jam terjadi pembukaan yang sangat cepat dari pembukaan 4 cm menjadi pembukaan 9 cm, dan fase deselerasi, di mana dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi 10 cm berlangsung lambat kembali. Mekanisme membukanya serviks pada primigravida berbeda dengan multigravida di mana pada primigavida ostium uteri internum terbuka lebih dulu kemudian diikuti dengan pendataran dan penipisan serviks baru kemudian ostium uteri eksternum terbuka. Sedangkan pada multigravida yang ostium uteri eksternumnya sudah terbuka sedikit, proses membukanya ostium uteri internum, penipisan dan pendataran serviks serta terbukanya ostium uteri ekstrenum terjadi bersamaan.

Dilatasi dan Pendataran Serviks

  • Kala II (Kala Pengeluaran), ditandai dengan serviks membuka lengkap, biasanya ibu ingin mengejan, dan dengan penurunan bagian bawah janin ibu merasa ingin defekasi. Dimulai ketika pembukaan serviks lengkap dan berakhir dengan lahirnya bayi. Rata-rata lamanya kala II adalah 50 menit untuk nulipara dan 20 menit pada multipara, sangat bervariasi tergantung ukuran janin, adanya kesempitan panggul, atau gangguan usaha mengejan akibat analgesia. Tanda dan Gejala Kala II, antara lain:
    1. Perasaan ingin mengejan bersamaan dg adanya kontraksi uterus
    2. Merasakan tekanan pada vagina / rektum makin meningkat
    3. Perineum tampak menonjol
    4. Vulva-vagina dan sfingter ani membuka
    5. Pengeluaran lendir darah meningkat
  • Kala III (Kala Uri Plasenta)

    Kala III dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban. Pada kala III, miometrium berkontraksi mengikuti mengecilnya rongga rahim secara tiba-tiba setelah bayi lahir, yang menyebabkan ukuran tempat implantasi plasenta berkurang, sedangkan ukuran plasenta tidak berubah, maka plasenta akan menekuk, menebal, kemudian dilepaskan dari dinding uterus. Tanda-tanda lepasnya plasenta adalah (bisa salah satu saja):

    1. Perubahan bentuk dan tinggi fundus uteri
    2. Tali pusat memanjang (tanda Ahfeld)
    3. Semburan darah tiba-tiba
  • Kala IV, dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua jam setelahnya. Waktu yang paling kritis untuk mencegah  HPP adalah ketika plasenta lahir dan segera setelah itu. Ibu harus dipantau setiap 15 menit pada jam pertama setelah kelahiran plasenta, dan setiap 30 menit pada jam kedua setelah persalinan. Jika kondisi ibu  tidak stabil, maka harus dilakukan pemantauan lebih sering.

MEKANISME PERSALINAN NORMAL

Pertama kali diperkenalkan oleh William Smellie ( abad ke-18 ), adalah cara penyesuaian diri dan lewatnya janin melalui panggul ibu. Yang akan dibahas adalah untuk UUK kiri depan ( LOA : Left Occiput Anterior). Mekanisme persalinan normal melibatkan beberapa proses yang disebut dengan CARDINAL MOVEMENT seperti pada gambar di bawah ini.

 

Dikutip dari:

  • Buku Ilmu Kebidanan karya Prof. Sarwono dan Prof. Hanifa
  • Handout kuliah oleh dr.Budiantoro Dwi Atmono, Sp.OG
Pos ini dipublikasikan di Kedokteran. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s