All About Jember City

Jika pada postingan sebelumnya saya berbicara tentang Kota Malang, tidak afdol rasanya kalo saya tidak membahas tentang Kabupaten Jember. Bagaimanapun juga Jember telah menjadi rumah kedua saya sejak tahun 2006, ketika saya memutuskan untuk menuntut ilmu di sana. Sudah 4 tahun lebih saya merantau ke Jember, dan rasa-rasanya saya lebih mengenal Jember daripada Malang (sigh pede banget :mrgreen:).

Jember merupakan kota kecil di sebelah timur Jawa Timur. Luasnya mencapai 3.293,34 Km2 dengan ketinggian antara 0 – 3.330 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dilihat dari ketinggiannya saja, kita sudah bisa menebak bahwa cuaca di daerah ini cenderung panas (23 – 32 °C). Saya sempat tidak tahan dengan hawa panas Jember, pada awal-awal kuliah dulu. Tapi sekarang, saya sudah bisa mengatasinya (hehehehe :mrgreen:).

Jember terbagi atas 31 kecamatan dan 244 desa/kelurahan. Jumlah penduduknya mencapai 2.332.000 (Pada tahun 2003). Rata-rata penduduknya berasal dari suku Madura dan Jawa, dan bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Madura, jarang menggunakan bahasa Jawa. Bahasa Indonesia hanya digunakan oleh mereka yang mengenyam pendidikan sekolah, sedangkan yang tidak pernah sekolah bisanya menggunakan bahasa Madura. Inilah salah satu sisi Jember yang amat disayangkan. Dengan daerah yang luas dan jumlah penduduk yang banyak, masih banyak sekali penduduk Jember yang dinyatakan buta huruf.

SEKTOR PARIWISATA

Jember memiliki banyak sekali wisata alam, terutama pantai. Pantai-pantai di Jember saling berkaitan satu sama lain, sehingga memiliki ciri khas yang sama berupa batu-batu karang raksasa di sekitar pantai maupun di laut seperti halnya Great Barrier Reef di Australia. Sumpah…Bagus Banget !!!

 

Pantai Papuma

Pantai Watu Ulo

 

Pantai Bandealit

 

Ketiga Pantai ini berada di bagian selatan Kabupaten Jember, tepatnya di Kecamatan Tempurejo. Untuk Pantai Papuma dan Watu Ulo dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil, karena jalan untuk menuju ke sana sudah beraspal. Sedangkan untuk Pantai Bandealit dapat ditempuh dengan sepeda motor dan mobil off road seperti jeep, karena jalannya berbatu dan menanjak dan harus melintasi Taman Nasional Meru Betiri. Serunya lagi, di sepanjang perjalanan menuju ketiga pantai ini kita bisa menyaksikan monyet-monyet liar yang sedang mencari makan.

YANG UNIK DARI JEMBER

Masyarakat Jember mayoritas beragama Islam, sehingga keberadaan masjid menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi mereka.  Masjid Jami’ Al Baitul Amin di sebelah barat alun-alun Jember merupakan salah satu icon kota santri ini. Arsitekturnya yang unik, sangat berbeda dengan arsitektur masjid pada umumnya. Masjid ini mempunyai 5 kubah utama dan 2 kubah kecil sebagai tempat wudhu. Dari 5 kubah utama terdapat 1 kubah yang paling luas dan mempunyai 2 lantai. Untuk desain eksterior sangat sederhana, hanya kubah besar setengah lingkaran yang tertelungkup yang dicat warna hijau dengan detail pelipit warna kuning. Untuk kubah 2 lantai terdapat beton penguat sebanyak 8 garis yang semuanya bertemu di tengah – tengah kubah yang di cat kuning dengan sedikit hiasan untuk sirkulasi udara.

Kesederhanaan ini lah yang membuat bentuk  dari kubah – kubah tersebut menjadi unik, seperti 7 jamur yang sedang merekah. Untuk interior masjid bagian atas dari langit – langit dilapisi oleh karpet hijau kontras dengan warna kuning dari beton penguat. Untuk lantai dua dari kubah utama di buat garis – garis tegas warna kayu, yang membuat kesan sejuk.

Masjid Jami' Al Baitul Amien

Selain masjid yang unik, Jember juga memiliki event yang unik yaitu Jember Fashion Carnival (JFC). Event ini dilaksanakan setiap awal bulan Agustus. Tahun 2010 ini, JFC diikuti oleh sekitar 600 peserta dan diarak sejauh 3,5 km mulai dari depan Kantor Bupati Jember dan berakhir di GOR Kaliwates Jember. Peserta JFC ini akan berjalan di sepanjang track yang sudah ditentukan panitia sambil menari-nari, dan penonton yang melihat di sepanjang jalan tersebut boleh berfoto bersama peserta JFC. Asyik kan….

Jember Fashion Carnival (JFC)

PENDIDIKAN
Universitas Jember merupakan salah satu icon pendidikan Kabupaten Jember dan di sini lah tempat saya menuntut ilmu hingga memperoleh gelar Sarjana Kedokteran. Kampus ini memiliki program studi kesehatan yang cukup lengkap dibandingkan dengan Universitas Brawijaya di kota kelahiran saya, Malang. Fakultas Kedokteran Gigi menjadi fakultas kesehatan yang tertua di Universitas Jember, diikuti dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Ilmu Keperawatan. Fakultas Non-Kesehatan yang juga menjadi andalan Universitas Jember adalah Fakultas Pertanian, mengingat sektor ekonomi utama Jember adalah pertanian dan perkebunan.
Gerbang Depan Kampus Universitas Jember
OLEH-OLEH KHAS JEMBER
Jika Anda berkunjung ke Jember, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh. Oleh-oleh khas Jember adalah suwar-suwir dan prol tape. Anda dapat membelinya di toko oleh-oleh yang tersebar seantero Jember. Suwar-suwir terbuat dari air endapan tape yang kemudian diberi pewarna dan didapatkan dengan cara dimasak hingga kental seperti dodol. Rasanya seperti tape, tapi kalo saya sih kurang suka. Prol tape adalah sejenis cake yang dicampur dengan tape, dengan perbandingan antara adonan dan tape adalah lebih banyak tapenya. Sehingga tekstur prol tape ini, kering di luar dan lembut di dalam.

Suwar-suwir

Prol Tape

Nah, buat Anda yang ingin berkunjung di Jember atau menetap sementara di Jember (seperti saya hehehehe:mrgreen: ), lumayan kan infonya. Jember itu nggak jelek-jelek amat koq, emang sih di sini gak ada tempat nongkrong dan mall yang keren kayak di kota-kota besar, tapi Jember punya wisata alam yang bagus. Sekali-kali Anda bisa touring dengan sepeda motor bersama teman-teman Anda keliling Jember, seperti yang sudah saya lakukan bersama teman-teman saya, dan yang pasti lebih seru daripada naik mobil lho…

Pos ini dipublikasikan di Info. Tandai permalink.

5 Balasan ke All About Jember City

  1. cindy carolin berkata:

    luvv jembeerr ..

  2. andy sugiarto berkata:

    I love Jember.Thank’s for your information
    Saya merasa bangga menjadi warga jember

  3. touringrider berkata:

    wah, sama. ketika dulu masih domisili di Malang trus tiba2 pindah ke kediri yg agak panas.. rasane nggak betah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s