Akhirnya…

Sudah 2 minggu aku masuk stase mata. Tapi belum pernah sekalipun ada konsulan IGD mengenai pasien mata. Padahal aku selalu dapat jaga on call dengan rekan DM yang terkenal sebagai ‘pembawa pasien’. Tapi tadi siang, aura temanku yang pembawa pasien itu sudah mulai menampakkan kedahsyatannya…hahahahaha. Akhirnya aku mendapat panggilan juga. Terus terang aku seneng dapat panggilan, karena itu artinya aku bisa belajar. Dengan secepat kilat aku berangkat ke IGD sama Mbak M.

PASIEN PERTAMA

Di IGD sudah menunggu seorang pasien dengan mata kanan merah dan ada selaput pada bagian medialnya. Aku dan Mbak M tanpa tedeng aling-aling langsung periksa visus pasien dan ternyata visus masih bagus 6/60 (gak ditulis 6/6 coz ngecek visusnya gak pake snellen chart, hanya pake hitung jari, maklum di IGD gak ada snellen chart). Setelah itu, kami melakukan pemeriksaan fisik, hasilnya sklera putih, konjungtiva hiperemi ada selaput di bagian medial, kornea jernih, BMD cukup dalam, iris coklat, pupil reguler, reflek pupil (+), diameter 3 mm, leukokorea (-). Sambil melakukan pemeriksaan, kami juga melakukan anamnesis. Dari sini, diketahui bahwa mata kanan pasien habis terkena sulutan rokoknya sendiri (Busyet dah pak…makanya jangan merokok !!!). Selanjutnya, adalah sesi konsultasi dengan dr.BK, dan aku yang telpon. Beliau hanya ngasih advis berupa resep obat antara lain Dibekacyn Eye Drop 5 x 2 tetes per hari, Salep Citrol 3 kali/hari, dan Mefinal tablet 500 mg 3x/hari.

PASIEN KEDUA

Datang kira-kira 3 jam setelah pasien pertama pulang. Ada robekan pada kelopak mata bawah kirinya. Robekan sepanjang 2 cm agak ke medial dan tembus hingga ke mukosanya. Aku dan Mbak M nggak tau pasti apakah laserasi ini mengenai punctum lakrimalnya atau tidak. Yang jelas pasien ini harus dihecting, karena lukanya cukup panjang. Dari anamnesis diketahui bahwa pasien terkena senjata tajam temannya (haduuuuh, ada-ada aja sih kasus hari ini…). Dari pemeriksaan fisik, semuanya masih dalam batas normal. Hanya palpebranya saja yang bermasalah dan konjungtiva yang hiperemi, tapi hipereminya lebih karena perdarahan pada laserasinya bukan karena ada perdarahan di konjungtivanya. Selanjutnya, sesi konsultasi dijalani oleh Mbak M.  Advis dr.BK adalah, segera siapkan alat-alat hecting khusus mata, termasuk lupnya.  Nah, berhubung semua alat baru siap setelah pukul 06.00 kami tida jadi ikut hecting. Yang ikut adalah 2 temanku yang jaga minggu malam, udah operan jaga maksudnya.

Alhamdulillah, akhirnya hari ini bisa belajar menangani kasus emergency di bidang mata.

Pos ini dipublikasikan di My Co.Ass. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s